Sharjah Bepergian Ke Masa Depan Dengan Skypods
=====
Oleh : Hussain Al Mahmoudi
(CEO Sharjah Research Technology & Innovation Park)
Kamis, 1 Sep 2022
Di sebagian besar dunia, transportasi tetap menjadi sektor yang sangat berpolusi, penyumbang tunggal terbesar emisi gas rumah kaca seperti CO₂. Diperkirakan setiap tahun hampir 7 juta orang meninggal karena paparan berlebihan partikel halus berbahan bakar polusi di udara. Sebagian besar partikel ini dilepaskan oleh sistem transportasi konvensional.
Selama bertahun-tahun, emisi telah menciptakan malapetaka dengan Bumi, membawanya ke ambang bencana dalam bentuk perubahan iklim, seperti yang disaksikan dalam peningkatan suhu yang mengkhawatirkan di seluruh dunia. Musim panas 2022 sangat keras, membuka mata dan pertanda hal-hal buruk yang akan datang, jika dunia tidak menggandakan upaya untuk mengurangi emisi.
Di seluruh dunia, baik di tingkat pemerintahan maupun wirausaha, inovasi hebat sedang dikembangkan, menggunakan teknologi unik yang secara bertahap akan melihat dunia mengadopsi sistem transportasi yang lebih hijau. Sungguh menggembirakan melihat bahwa taman teknologi mendorong para ilmuwan, inovator, dan teknisi untuk bekerja sama menciptakan sistem transportasi non-polusi yang lebih cerdas.
Sharjah membuka jalan baru di bidang ini. Sharjah Research, Technology and Innovation Park (SRTIP), pusat inkubasi yang dinamis untuk inovator zaman baru, sedang mengembangkan skypod gantung berteknologi tinggi dan berkecepatan tinggi yang dapat membawa orang dan barang dengan kecepatan antara 150 km/jam dan 500 km/jam, berkat teknologi baru inovasi yang dikembangkan inhouse di taman teknologi.
Startup Belarusia, dalam kemitraan dengan SRTIP, telah membangun trek uji gantung yang dapat membawa kargo dan penumpang. Pengujian 'unicars' sedang dilakukan pada bentangan 2 km di dalam taman. Setelah pengujian yang berhasil, pemerintah akan mengumumkan pembangunan rutenya di dalam kota Sharjah.
Ini akan menjadi jaringan skypod listrik berkecepatan tinggi pertama di UEA. Startup ini telah membangun trek gantung sepanjang 2 km yang memungkinkan pod yang tergantung di rel tali super kuat untuk bergerak dengan kecepatan tinggi setelah jalur panjang dibuka.
Selain bebas polusi, sistem ini menawarkan banyak manfaat lainnya. Ini mengkonsumsi energi jauh lebih sedikit daripada mobil. Ini adalah solusi hemat daya, dengan motor listrik yang dapat dioperasikan sebagian oleh energi matahari atau angin. Dengan mengambil polong di udara, tanah dipertahankan untuk ruang terbuka hijau dan untuk mengembangkan real estat ritel dan perumahan. Sistem ini juga sangat hemat biaya. Dibandingkan dengan biaya membangun sistem metro, rel gantung jauh lebih ekonomis dan hemat tempat.
Jalur 'cahaya perkotaan' sistem dapat membawa pod hingga 14 penumpang dengan kecepatan 150kph, sementara gerbong yang lebih besar mengangkut penumpang dalam pod berkapasitas 48 atau 75 pada 500kmph. Selain itu, juga jauh lebih murah untuk dibangun dan dioperasikan daripada sistem levitasi magnetik, seperti hyperloop atau monorel.
Keterlibatan Sharjah dengan inovator transportasi pintar tidak berakhir di situ. Taman teknologi berpikir bertahun-tahun ke depan, karena dengan satu pikiran mengejar misinya menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang, dengan memberi insentif kepada para inovator dengan ide-ide hebat.
Hanya beberapa bulan yang lalu, SRTIP menandatangani perjanjian dengan Lightyear, perusahaan rintisan Belanda yang telah meluncurkan kendaraan listrik tenaga surya siap produksi jarak jauh pertama di dunia. Salah satu hasil dari kesepakatan jangka panjang adalah pembukaan fasilitas pengujian dan kantor penjualan di Sharjah Research, Technology and Innovation Park (SRTI Park), fasilitas pertama di luar Belanda.
Sharjah akan segera menyaksikan aktivitas sibuk sejauh menyangkut mobil listrik revolusioner di bulan-bulan mendatang. Kedua pihak akan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, termasuk menyiapkan fasilitas pengujian dan kemitraan penjualan dan layanan di seluruh wilayah.
Selain itu, Lightyear dan SRTI Park akan meningkatkan program pertukaran penelitian universitas tentang EV bertenaga surya, dan mengerjakan inisiatif kebijakan untuk mendukung pemerintah dalam menciptakan insentif untuk kendaraan listrik, termasuk EV yang diperpanjang dengan tenaga surya.
Dalam peran SRTI Park sebagai inkubator teknologi utama, kemitraan ini juga akan memungkinkan penggalangan dana untuk pengembangan dan produksi model Lightyear masa depan dan dapat membuka jalan bagi manufaktur lokal di Sharjah di masa depan, memanfaatkan penelitian lanjutan dari universitas terkemuka di emirat.
Taman ini juga merupakan rumah bagi startup hijau lainnya, sebuah perusahaan inovasi digital di ruang mobilitas mikro. Solusinya adalah platform fisik digital yang mengintegrasikan inovasi global dalam mobilitas perkotaan dan pribadi dengan kendaraan listrik ringan (LEV) seperti e-skuter, e-sepeda, pengalaman pelanggan, dan analisis data transit.
Ekosistem yang hidup di Sharjah siap untuk memanfaatkan ide-ide para inovator dunia dan mengubahnya menjadi solusi praktis hijau. Adopsi teknologi yang muncul ini pasti memiliki dampak luas pada kehidupan modern, berkontribusi besar pada tujuan mengurangi emisi dan memerangi perubahan iklim secara global, demi kebaikan planet ini dan manfaat generasi mendatang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar